Dewasa ini, smartphone begitu digandrungi oleh banyak orang. Hal tersebut berdampak pada semakin merebaknya smartphone baik dari jenis, ukuran, spesifikasi, maupun harga yang bervariasi. Setiap smartphone memiliki kelebihan masing-masing. Tergantung konsumen untuk memilih yang mereka perlukan.
Dilihat dari Sistem Operasinya (OS), smartphone dibedakan menjadi 11 (sebelas) jenis, yakni: Android, Bada, Blackberry, Firefox, IOS, MeeGo, Palm, Symbian, WebOS, Windows Phone, dan Ubuntu Mobile.
Agar lebih mengenal lagi, masing-masing sistem operasi tersebut, saya akan menjelaskan satu demi satu.
1. Android, Sekarang ini segala penjuru dunia pengguna gadget
sudah mengenal Android. Android di kembangkan berdasarkan sistem kernel linux
sehingga di kategorikan dalam sistem operasi yang bersifat terbuka. Semua
vendor ponsel ternama untuk sekarang sudah menggunakan Android sebagai OS nya.
Di Indonesia sendiri ponsel Android terkenal laris manis.
2. Bada, Bada adalah sebuah mobile operating System yang telah dikembangkan oleh Samsung Elektronics. OS ini di desain untuk high-end smartphones dan lower-end feature phones. Samsung menklaim bahwa Bada akan menggantikan tempat di dunia property feature phone platform, menggantikan feature phones menjadi smartphones. Nama ‘Bada’ Sendiri di ambil dari bahasa Korea yang berarti laut atau samudera.
2. Bada, Bada adalah sebuah mobile operating System yang telah dikembangkan oleh Samsung Elektronics. OS ini di desain untuk high-end smartphones dan lower-end feature phones. Samsung menklaim bahwa Bada akan menggantikan tempat di dunia property feature phone platform, menggantikan feature phones menjadi smartphones. Nama ‘Bada’ Sendiri di ambil dari bahasa Korea yang berarti laut atau samudera.
3. Blackberry, Di Indonesia, Blackberry memang di akui cukup laris manis angka penjualannya. Tetapi di luar Indonesia ponsel ini mulai mengalami penurunan pasar. Blackberry OS mempunyai keunggulan pada fiturnya yang bernama Blackberry Messenger yaitu pesan instant sesama pengguna perangkat Blackberry.
4. Firefox Mozilla, perusahaan yang mengembangkan aplikasi peramban (browser) Firefox, berencana untuk membuat sistem operasi kode sumber terbuka (open source) untuk perangkat mobile bernama Firefox OS. Mozilla berharap, perangkat perdana dengan Firefox OS akan dirilis tahun 2013.
5. Iphone OS, Tentunya kita sudah tak asing lagi dengan device yang bernama iPhone. Benar, iOS adalah sistem operasi yang hanya bisa di temui pada perangkat pabrikan Apple Inc. iOS merupakan sistem operasi yang di kembangkan dari Mac OS X. iOS juga merupakan sistem oprasi yang open source di bawah naungan Apple Public Source License (APSL). Di iOS terdapat abstraction layers, Core OS layers, Core Service layers, Media layers, Cocoua Touch Layers.
6. MeeGo, MeeGo adalah sebuah sistem operasi mobile yang berbasis linux dan sebuah proyek open source alias gratis. MeeGo dikembangkan untuk berbagai perangkat keras seperti netbook, komputer tablet, nettops (dekstop komputer yang berbentuk lebih kecil), in-vehicle infotaiment devices (perangkat infotaiment dalam kendaraan), smartTV, smartphone dan lain sebagainya. MeeGo OS merupakan OS yang terhitung baru dan diperkenalkan pada Mobile World Congress tahun 2010 dan yang memperkenalkan adalah Intel dan Nokia.
7. Palm, Palm OS merupakan sistem operasi smartphone dan PDA yang dikembangkan oleh Palm Inc. pada tahun 1996. Palm OS diciptakan untuk memberikan kemudahan kepada penggunanya ketika digunakan dengan user interface yang berbasis touchscreen.
8. Symbian, Nokia adalah salah satu merk lawas yang hampir semua orang sudah mengetahuinya. Di Indonesia ponsel Nokia sempat merajai pangsa pasar penjualan ponsel. Symbian juga bukanlah sistem operasi yang open source, tetapi karna diperlukan API sehingga banyak pihak developer yang salah meng-artikan bahwa source code nya tidak di distribusikan secara bebas.
9. WebOS, webOS adalah sistem operasi mobile untuk beberapa
perangkat ponsel, smartphone dan komputer tablet. webOS berbasis linux kernel
yang awalnya yang dikembangkan oleh Palm, namun kemudian diakuisisi oleh
Hewlett-Packard dengan nilai 1,2 milliar yang kemudian lebih dikenal dengan HP
webOS. webOS diperkenalkan tahun 2009. Beberapa perangkat yang menjalankan
webOS diantaranya smartphone HP Veer dan HP Pree 3. Sementara untuk perangkat
komputer tablet adalah HP Touch Pad. Namun sayangnya perangkat dengan platform
webOS kurang laku dipasar bahkan pihak HP menghentikan pembuatan perangkat keras
tersebut. Hingga issu yang beredar bahwa di tahun 2011 Samsung akan
mengakuisisi webOS namun kabar tersebut disangkal oleh Manajemen Samsung.
10. Windows Phone,Tidak hanya membuat sistem operasi untuk kebutuhan
dekstop, Microsoft juga ikut bersaing dalam sistem operasi mobile. Versi
terbaru OS buatan Microsoft ini adalah Windows Phone 8 yang akan berjalan di
atas kernel Windows NT, yang biasa digunakan untuk segmen entreprise.
11. Ubuntu Mobile, Hadir sebagai pesaing Android dan iOS, perangkat
berbasis Ubuntu untuk perangkat mobile ini disebutkan akan hadir dengan harga
yang terjangkau. Ubuntu versi ini telah didesain agar tetap mampu bekerja di
perangkat entry-level sekalipun. Ubuntu untuk mobile ini hadir dengan kernel dan
driver yang sama dengan sistem operasi buatan Google, Android. Hal ini bisa
jadi sangat menguntungkan bagi pihak pengembang. Mereka tidak perlu lagi
membangun atau menulis kode aplikasi dari awal.
Nah, dari kesebelas Sistem Operasi (OS) di atas, penulis lebih memilih Sistem Operaisi Android. Mengapa, berikut 24 (dua puluh empat) alasan memilih Sistem Operasi Android.
- Open Source OS, Android adalah sistem operasi terbuka (open source) yang memungkinkan para pengembang aplikasi mobile phone untuk membuat aplikasi yang berbasis platform Android secara bebas untuk didistribusikan dengan lisensi open source, freeware, maupun shareware tanpa harus tersandung prosedur dan aturan sistem proprietary milik sebuah produsen System Operasi yang berbayar (paid OS).
- Flexible OS - More Customizations, dengan lisensi Open Source, Android tidak hanya membuat kebebasan kepada para pengembang aplikasi saja untuk merancang dan mengembangkan berbagai program untuk Android, namun Android End-User (pengguna/konsumen) juga diberi kebebasan untuk mengoprek/mengkostumasi program OS di dalam smartphone Androidnya untuk tujuan tertentu tanpa melanggar sistem propietary siapa pun.
- Cheaper (Lower Price) Gadget, karena lisensi Android open source, idealnya gadget bersistem Android dihargakan dengan murah daripada OS lain.
- Secured Open Market, Android Market Place memang masih jauh berada di bawah Apple Store dari sisi kualitas konten/produk disediakan. Namun jumlah konten-konten pada Android sanga berpotensi mampu menyaingi bahkan menyalip jumlah konten pada Apple Store.
- Easier Program Installation, instalasi aplikasi secara online di Google Play Store atau dibeberapa situs terpercaya yang menyediakan kontek aplikasi Android dan games Android maupun instalasi aplikasi secara offline bisa dikatakan cukup mudah untuk dilakukan oleh user.
- Multitasking, Android menjadi pelopor Multitasking (menjalankan beragam aplikasi berbeda dalam waktu yang bersamaan) dalam smartphone.
- Smart UI (User Interface), urusan UI memang Linux jagonya. Banyak informasi dan shortcut yang bisa ditampilkan dan dikostumisasi dalam banyak halaman home screen Android.
- Neat Interface, Android dirancang dengan nuansa kerapian dan keindahan tersendiri walau belum seindah IOS Apple. Home Screen dan ikon-ikonnya tampak cukup sedap dipandang mata dan tidak membosankan bagi pemilik gadget-nya.
- Upgradable OS, pengembang Android telah membuat rancangan sistem operasinya yang pada dasarnya bisa di-upgrade ke versi Android yang lebih baru dengan syarat kompatibilitas perangkat hardware pada smartphone/tablet PC Android yang akan di-upgrade sistem operasinya.
- More free/cheap applications, Android dengan lisensi open source-nya lebih memudahkan para pengembang aplikasinya untuk mendistribusikan hasil karyanya kepada publik secara lebih bebas, lebih murah, bisa juga free of charge.
- More Compatible Applications, makin banyak para pengembang aplikasi Android dan makin banyak komunitas para pengembang tentu saja akan memperbanyak ragam aplikasi untuk Android yang logikanya dan sesuai harapan End-User (pengguna/konsumen), pilihan aplikasi akan semakin banyak dan lebih beragam baik dari segi jenis program maupun kompatibilas bila dibandingkan dengan aplikasi-aplikasi untuk platform paid OS.
- Mani Varieties in Android Gadgets, kolaborasi konsorsium pengembang Android yang merupakan gabungan kerja sama dari 34 perusahaan piranti keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi terkemuka di dunia berbuah kelahiran beragam piranti Smartphone dari masing-masing vendor anggota konsorsium. Dampak positifnya, konsumen akan disuguhkan banyak pilihan Android Gadget di luar.
- Better Notifications System, Android memiliki sistem notifikasi untuk bermacam event dan aktifitas yang lebih baik. Android memungkinkan beragam notifikasi bisa dimunculkan secara otomatis, bahkan dimungkinkan new event/Message live preview.
- Intergrated Voip, pada Android versi 2.3 (Gingerbread) telah ditanamkan fitur canggih baru, yaitu Voice Over Internet Protocol (VOIP) tanpa diperlukan aplikasi pihak ketiga.
- Wider, more Comportable and more Flexible Netwaork Range, salah satu keunggulan Android adalah memiliki jangkauan jaringan yang lebih luas, dirasa lebih nyaman, dan fleksibel dalam hal kostumasi.
- Free and Flexible Optional Carrier, Android memungkinkan user memilih sembarang Cellular Mobile Mobile Operator yang dikehendakinya, sehingga tidak memerlukan program Unlocker seperti pada Iphone.
- Faster Setting, Android lebih memudahkan user untuk melakukan proses pengaturan dengan lebih praktis, cepat, dan tidak merumitkan.
- Better System Management, tidak diragukan lagi bahwa Linux Kernel/merupakan salah satu system core yang terbaik di dunia untuk dijadikan tumpuan dalam urusan managemen sebagai tugas dan layanan dan sub-routines di dalam sebuah sistem operasi. Kolaborasi pengembang yang kontinyu akan terus mampu mengembangkannya menjadi basis sistem operasi yang terbaik di dunia.
- Free Custom RAM, Komunitas Android melegalkan ROM Customization untuk dilakukan para sembarang perangkat Android. Bahkan kostumisasi tersebut ditujukan untuk tujuan positif, yakni untuk mengoptimalkan kinerja dan performa perangkat Android yang bersangkutan dan kemungkinan juga bisa digunakan untuk keperluan troubleshooting.
- User Friendly, Anda bisa mencoba dan merasakan bagaimana mudahnya kimat mengoperasikan smartphone atau tablet Android.
- Guaranteed Quality, sejak diperkenalkan pada tahun 2007 para pengamat dan peneliti Mobile Phone OS, serta para pencoba Android di dunia telah menyebutkan bahwa sistem operasi Android adalah sistem operasi yang sangat bermutu. Mereka telah memprediksi bahwa Android akan menjadi salah satu produk sistem operasi untuk mobile gadget yang sangat bisa diandalkan dan terus bisa dikembangkan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
- Always Connected with Google, dengan melihat realita Google terus memperbanyak aplikasi dan layanan onlinenya dalam beragam jenis, format, bentuk, fungsi, dan layananya, serta makin banyak orang membuat account dan berinteraksi di dalamnya, maka saling berhubungan antara layanan Google pada pemilik account tentu akan mempermudah aktivitas online si pemilik account dalam menggunakan aplikasi dan layanan Google melalui perangkat Smartphone/Tablet PC. Always Connected Social Networkers, dengan sistem otomatisasi Android sangat memudahkan para penggunanya untuk tetap saling berhubungan satu sama lain secara online dengan beragam pelayanannya.
- Greater and Happier Community, penulis yakin dalam waktu dekat komunitas pengguna dan pengembang aplikasi Linux/Android akan makin jauh lebih besar, lebih semarak, dan lebih menyenangkan daripada para kompetitornya.
- New Brand of Life Style, Android telah menjadi salah satu gaya hidup baru yang lebih bebas, luas, dan menyenangkan. Kebosanan akan keterkungkungan dan keterbatasan dalam sebuah OS yang tertutup dan bahkan berbayar menjadi alasan keinginan para pengguna untuk bergerak maju menuju era kebebasan yang bertanggung jawab dan bisa berkembang.
Gimana, alasan tersebut mewakili penulis untuk tetap setia dengan sistem operasi Android. Bagaimana dengan Anda?
.jpg)
I Like It
BalasHapusmakasih... rajin-rajin berkunjung ya
BalasHapus